BANYUWANGI — Suasana syahdu dan penuh apresiasi seni mewarnai acara bedah buku puisi “Nyanyian Ilalang” karya Nur Khofifah yang digelar di BG Coffee, Desa Kampung Anyar, Kecamatan Glagah, Kamis (24/9). Acara literasi yang diinisiasi oleh komunitas Lentera Sastra ini menghadirkan puluhan pegiat literasi, sastrawan, hingga perwakilan lintas komunitas budaya seperti Dewan Kesenian Blambangan (DKB), HISKI, dan komunitas seni lokal lainnya.
Dalam perhelatan tersebut, perwakilan dari MTsN 1 Banyuwangi turut hadir memenuhi undangan. Kehadiran pihak madrasah diwakili oleh Ibu Nuhbatul Fakhiroh Maulidia, S.Pd., guru MTsN 1 Banyuwangi yang juga merupakan Juara Liga Puisi #4 Kategori Guru pada tahun 2025 silam.


Tidak sekadar hadir, Ibu Nuhbatul Fakhiroh juga berpartisipasi aktif dengan tampil di atas panggung membacakan salah satu puisi karya Nur Khofifah dari buku tersebut yang berjudul “Si Anak Fajar”. Penghayatan serta intonasi suaranya yang dalam sukses memukau para tamu undangan dan budayawan yang memenuhi lokasi acara. Acara bedah buku ini menghadirkan narasumber utama, yakni Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi, Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. Kehadiran beliau memberikan pandangan mendalam mengenai pentingnya karya sastra dan penguatan literasi di lingkungan pendidikan serta masyarakat Banyuwangi secara luas.
Diskusi hangat pun bergulir dipandu moderator Syafaat dari Lentera Sastra. Dua pembedah buku kenamaan dihadirkan untuk membedah karya Nur Khofifah secara tajam dari pelbagai sudut pandang. Mereka adalah M. Iqbal Baraqas (Dosen UNIIB) dan Hassan Basri (Ketua DKB). Kehadiran jajaran pengurus DKB, Himpunan Sarjana-Kesusastraan Indonesia (HISKI), serta lintas komunitas budaya di Banyuwangi makin menghidupkan gelaran yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB tersebut. Diskusi tidak hanya mengupas estetika bahasa dalam “Nyanyian Ilalang”, tetapi juga menjadi wadah silaturahmi antarbudayawan Blambangan.