BANYUWANGI — MTsN 1 Banyuwangi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keahlian bahasa asing peserta didiknya. Pada upacara bendera mingguan yang berlangsung di halaman utama madrasah, seluruh rangkaian acara dilaksanakan menggunakan bahasa Inggris. Langkah inovatif ini diterapkan sebagai bagian dari pembiasaan lingkungan berbahasa asing (foreign language environment) untuk melatih keberanian dan kefasihan berbahasa para siswa di muka umum. Upacara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh siswa-siswi, guru, staf Tata Usaha (TU), serta jajaran civitas akademika MTsN 1 Banyuwangi. Meski menggunakan bahasa pengantar internasional, para petugas upacara berhasil menjalankan perannya dengan lancar dan percaya diri.

Bertindak sebagai Pembina Upacara, Agift Akmal Maulana, S.Pd., menyampaikan amanat utama yang membakar semangat para peserta upacara. Dalam orasinya, beliau menekankan pentingnya membangun rasa percaya diri dan berhenti membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.


“Setiap individu memiliki jalur dan potensi uniknya masing-masing. Jangan pernah memaksakan diri untuk mengikuti standar yang dibuat oleh orang lain hingga mengorbankan jati diri kalian. Percayalah pada kemampuan yang kalian miliki,” ujar Agift Akmal Maulana dalam amanatnya. Selain menekankan pentingnya rasa percaya diri, Agift juga mengingatkan pentingnya saling menghargai di lingkungan madrasah maupun masyarakat. Beliau menegaskan bahwa sikap saling menghormati adalah cerminan dari kualitas diri seseorang.
“Menghormati orang lain pada hakikatnya adalah bentuk tertinggi dalam menghormati diri sendiri. Ketika kita memperlakukan orang lain dengan baik dan santun, kita sedang menunjukkan martabat diri kita yang sebenarnya,” tambahnya. Melalui pelaksanaan upacara berbahasa Inggris ini, MTsN 1 Banyuwangi berharap dapat terus memotivasi seluruh warga madrasah untuk beradaptasi dengan tantangan global tanpa mengesampingkan nilai-nilai karakter, etika, dan saling menghargai antar sesama.