menu
close

Waspada Penipuan Digital, DWP UP MTsN 1 Banyuwangi Ikuti Pembinaan Literasi Hukum Keuangan

Anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) MTsN 1 Banyuwangi menghadiri kegiatan Pembinaan DWP Kemenag Provinsi Jawa Timur yang diselenggarakan secara daring melalui zoom meeting pada Kamis (7/5/2026). Bertempat di Aula Kantor Kemenag Kabupaten Banyuwangi, kegiatan ini mengusung tema krusial: “Literasi Hukum Keuangan: Mewaspadai Investasi Ilegal dan Penipuan Online.”

Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini diawali dengan penuh khidmat melalui serangkaian agenda:

  1. Menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars DWP.
  2. Lantunan ayat suci Al-Qur’an oleh Ibu Nur Fitriyah.
  3. Pembacaan doa oleh Ny. Enis Fariha Arwani.
  4. Laporan kegiatan yang disampaikan oleh Ny. Arini Irmaningsih Amak (Ketua Bidang Sosial Budaya DWP Provinsi Jatim).
  5. Pembukaan secara resmi oleh Ketua DWP Kemenag Jatim, Ny. Kholilati Bahtiar.

Dalam sesi inti, narasumber Dr. Moh. Mukhrojin, SH, S.Pdi, M.Si. memaparkan data yang cukup mengejutkan. Berdasarkan statistik, korban penipuan online dan keuangan didominasi oleh kaum perempuan sebesar 55%, sementara laki-laki sebesar 45%. “Perempuan sering kali menjadi target utama karena peran strategis mereka dalam mengelola keuangan keluarga. Oleh karena itu, literasi hukum dan digital sangat penting agar kita tidak terjebak dalam skema investasi bodong,” ujar Dr. Mukhrojin.

Selain memaparkan data korban, narasumber juga membekali peserta dengan materi komprehensif, di antaranya:
Ciri-ciri investasi ilegal: Janji keuntungan tinggi dalam waktu singkat dan tidak logis.
Cara menghindari investasi bodong: Melakukan pengecekan legalitas di OJK.
Jenis penipuan online: Mulai dari phishing, penipuan berkedok hadiah, hingga aplikasi pinjaman ilegal.
Peran Pemerintah: Sinergi otoritas keuangan dalam melindungi konsumen.

Anggota DWP menunjukkan antusiasme yang luar biasa. Hal ini terlihat dari dinamisnya sesi tanya jawab, di mana banyak peserta aktif berkonsultasi mengenai pengalaman dan cara membedakan platform keuangan yang aman.

Sebagai tindak lanjut dari pembinaan ini, terdapat lima poin penting yang menjadi pesan utama bagi seluruh peserta:
Jangan mudah percaya dengan pesan instan yang menawarkan hadiah atau ancaman akun diblokir.
Selalu cek alamat website resmi, pastikan menggunakan protokol keamanan (https).
Jaga privasi: Jangan pernah membagikan PIN, OTP, atau password kepada siapapun.
Gunakan aplikasi resmi yang terverifikasi di Playstore atau Appstore.
Keamanan ganda: Segera aktifkan otentikasi dua langkah (2FA) pada semua aplikasi keuangan dan media sosial.

Dengan adanya pembinaan ini, diharapkan anggota DWP UP MTsN 1 Banyuwangi semakin cerdas secara finansial dan mampu menjadi benteng pertama keluarga dalam menangkal kejahatan digital.