BANYUWANGI — Memasuki hari kedua pelaksanaan In-House Training (IHT), MTsN 1 Banyuwangi makin mantap menguatkan kapasitas para pendidik melalui workshop pendalaman Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kegiatan yang berlangsung interaktif ini menghadirkan narasumber nasional, Fithrotus Subhaniyah, M.Pd., Guru Bahasa Arab MAN Sidoarjo sekaligus Anggota Tim Penyusun Panduan KBC Direktorat KSKK Madrasah Kementerian Agama Republik Indonesia.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala MTsN 1 Banyuwangi, H. Munawar Efendi, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya internalisasi nilai-nilai Panca Cinta ke dalam proses pembelajaran sehari-hari maupun budaya madrasah. “Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar dokumen administratif, melainkan ruh pembelajaran yang melandasi setiap interaksi di madrasah. Melalui integrasi nilai-nilai Panca Cinta, kita membimbing siswa tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman empati, kasih sayang, dan karakter mulia,” tegas H. Munawar Efendi.
Memasuki pemaparan materi, Fithrotus Subhaniyah, M.Pd., mengupas secara detail strategi penyusunan perangkat pembelajaran dan metodologi pengajaran yang berorientasi pada prinsip KBC. Suasana pelatihan berlangsung sangat hidup dan kondusif. Para guru peserta IHT menunjukkan antusiasme tinggi, bersikap komunikatif, serta aktif berdiskusi.

Sesi tanya jawab menjadi momentum paling dinamis. Banyak peserta mengajukan pertanyaan kritis terkait tantangan penerapan KBC di kelas. Sebagai bentuk apresiasi atas keaktifan dan semangat para peserta, narasumber memberikan doorprize menarik kepada guru-guru yang paling responsif dan komunikatif. Pelatihan hari kedua ini diharapkan menjadi pijakan nyata bagi seluruh staf pengajar MTsN 1 Banyuwangi dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah, humanis, dan penuh kasih sayang demi mencetak generasi unggul yang berakhlak mulia. (nfm)