menu
close

DWP UP MTsN 1 Banyuwangi Berupaya Turut Sukseskan Penguatan Moderasi Beragama Dengan Mengikuti Pembinaan Virtual DWP Kemenag Jawa Timur

BANYUWANGI – Pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Unsur Pelaksana (UP) MTsN 1 Banyuwangi kembali menegaskan komitmennya dalam mengawal program prioritas Kementerian Agama. Hal ini dibuktikan melalui partisipasi aktif mereka dalam agenda pembinaan virtual bertajuk “Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta”, yang diinisiasi oleh DWP Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (4/7/2026). Diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom dari satuan kerja (satker) masing-masing, kegiatan ini berjalan dengan khidmat dan dipenuhi antusiasme tinggi dari seluruh jajaran anggota yang hadir.

Salah satu sorotan utama dalam pembinaan kali ini adalah pemaparan materi mengenai “Filosofi Botol: Wadah yang Sama, Nilai yang Berbeda”. Melalui analogi ini, narasumber menjelaskan bahwa botol diibaratkan sebagai wujud fisik manusia yang beragam, sedangkan isi di dalamnya mencerminkan karakter jiwa. Nilai dan kualitas seseorang tidak ditentukan oleh tampilan luarnya, melainkan oleh apa yang mengisi jiwa dan pikirannya—apakah hal bermanfaat seperti air putih, madu, dan minyak wangi, ataukah hal buruk seperti air comberan. Oleh karena itu, perubahan karakter menjadi fokus krusial yang harus ditanamkan sejak dini.

Lebih lanjut, seminar ini mengupas tuntas strategi Implementasi Penanaman Karakter Nilai Moderasi Beragama Berbasis Panca Cinta di lingkungan madrasah. Ruang penerapan ini mencakup kegiatan Masa Ta’ruf Murid Madrasah (MATAMUDA), pembelajaran intrakurikuler, kokurikuler berbasis game edukatif, hingga ekstrakurikuler. Metode penyampaiannya mengadopsi Model ARKA, sebuah pendekatan sistematis yang terdiri dari empat tahapan:

  1. Aktivitas: Peserta didik melakukan permainan, diskusi, atau simulasi nyata.
  2. Refleksi: Peserta didik merenungkan makna dan nilai yang diperoleh dari aktivitas tersebut.
  3. Konsep: Guru menguatkan konsep nilai moderasi beragama dan Panca Cinta agar selaras dengan tujuan pembelajaran.
  4. Aplikasi/Aksi: Peserta didik mengimplementasikan nilai-nilai tersebut ke dalam perilaku nyata sehari-hari di rumah, madrasah, dan masyarakat.

Melalui model ARKA ini, penanaman karakter diharapkan tidak hanya berhenti di tingkat pemikiran (otak), melainkan benar-benar meresap ke dalam hati sanubari (kolbu) siswa.

Keikutsertaan dalam seminar berskala provinsi ini menjadi langkah konkret DWP UP MTsN 1 Banyuwangi untuk bertindak sebagai agent of change (agen perubahan). Pasca-kegiatan ini, muncul harapan besar agar pengurus dan anggota DWP mampu menginternalisasikan nilai-nilai inklusivitas dan moderasi tersebut mulai dari lingkungan keluarga. Dengan sinergi yang kuat antara keluarga dan pihak madrasah, MTsN 1 Banyuwangi berkomitmen untuk terus konsisten menjadi lembaga pendidikan yang ramah, aman, amanah, dan harmonis, guna melahirkan generasi muda yang cerdas, toleran, serta kokoh dalam menjaga kerukunan umat di Bumi Blambangan.

(Kontributor: Sekertaris DWP /NFM)