BANYUWANGI – Semangat emansipasi terpancar nyata dalam pertemuan rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi yang digelar pada Selasa, 21 April 2026. Mengambil momentum peringatan Hari Kartini sekaligus Halal Bihalal, delegasi DWP Unsur Pelaksana (UP) MTsN 1 Banyuwangi sukses mengukir prestasi dengan masuk dalam jajaran 15 besar busana terbaik pada ajang peragaan busana kebaya.
Acara yang dipusatkan di Aula Kantor Kemenag Banyuwangi ini dimulai tepat pukul 09.00 WIB. Kehadiran perwakilan dari MTsN 1 Banyuwangi, yakni Ibu Putri, Ibu Nonik, dan Ibu Amalia, membawa warna tersendiri dalam balutan kebaya klasik yang melambangkan keanggunan perempuan Indonesia.
Rangkaian Acara yang Khidmat
Kegiatan dibuka dengan nuansa spiritual melalui pembacaan Yasin dan Asmaul Husna, disusul dengan lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars DWP. Suasana semakin syahdu saat ayat suci Al-Qur’an dibacakan, yang kemudian dilanjutkan dengan doa serta pembacaan Selawat Nariyah.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Kankemenag Banyuwangi, Ny. Siti Qudsiyah Chaeroni, S.Ag., menekankan pentingnya meneladani kegigihan RA Kartini.
”Sebagai perempuan masa kini, kita wajib menghidupkan semangat perjuangan Kartini dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun kedinasan,” tegas beliau.
Edukasi Warisan Budaya: Praktik Wiru Jarik
Pertemuan kali ini terasa istimewa karena diisi dengan sesi edukasi pelestarian budaya, yakni praktik membuat Jarik Wiru. Para anggota DWP, termasuk perwakilan dari MTsN 1 Banyuwangi, mengikuti pelatihan dengan penuh antusias. Keterampilan melipat kain jarik (wiru) ini menjadi simbol ketelatenan dan kesabaran seorang wanita.
Puncak Acara: Peragaan Busana
Setelah sesi materi, acara berlanjut ke panggung peragaan busana yang diikuti oleh seluruh peserta. Dengan langkah anggun dan kepercayaan diri tinggi, perwakilan DWP UP MTsN 1 Banyuwangi, Ibu Amalia, berhasil menarik perhatian dewan juri. Ketepatan dalam pemilihan kostum dan kesesuaian etika berbusana membawanya menembus posisi 15 besar busana Kartini terbaik dari sekian banyak peserta yang hadir.
Acara ditutup dengan prosesi Halal Bihalal sebagai ajang mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi momentum bersejarah tersebut.


