Banyuwangi — Dalam rangka memperingati Hari Kartini, MTsN 1 Banyuwangi menggelar upacara bendera yang berlangsung khidmat di halaman madrasah pada Selasa, 21 April 2026. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, dan karyawan dengan penuh antusias.
Upacara Hari Kartini tahun ini terasa semakin semarak dengan nuansa budaya yang kental. Para guru dan karyawan perempuan tampil anggun mengenakan kebaya, sementara guru dan karyawan laki-laki turut memeriahkan dengan mengenakan pakaian adat. Hal ini menjadi simbol keberagaman sekaligus penghormatan terhadap perjuangan R.A. Kartini dalam memperjuangkan hak perempuan.
Menariknya, pelaksanaan upacara dilakukan menggunakan tiga bahasa, yaitu bahasa Arab, bahasa Inggris, dan bahasa Indonesia. Penggunaan tiga bahasa ini menjadi bentuk penguatan kompetensi global peserta didik sekaligus mencerminkan semangat madrasah dalam mengintegrasikan nilai religius dan wawasan internasional.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Ibu Inun Fitriyani, M.Si., menyampaikan amanat yang menekankan bahwa semangat Kartini tidak hanya tentang emansipasi perempuan, tetapi juga kepedulian terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk lingkungan. Dalam amanatnya, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk meneladani nilai-nilai Kartini dengan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab generasi masa kini.
“Kartini adalah sosok yang peduli. Salah satu bentuk kepedulian yang dapat kita wujudkan saat ini adalah dengan menjaga lingkungan sekitar kita,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 1 Banyuwangi, H. Munawar Effendi, S.Pd., M.Pd.I., memberikan penguatan bahwa peringatan Hari Kartini harus menjadi momentum untuk membangun karakter peserta didik yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan. Beliau menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini sejalan dengan visi madrasah dalam membentuk generasi yang unggul, berakhlak mulia, serta berbudaya lingkungan.
“Kartini mengajarkan kita untuk terus belajar, berjuang, dan peduli. Madrasah harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki kesadaran menjaga lingkungan sebagai bagian dari kehidupan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat perjuangan R.A. Kartini dapat terus hidup dalam diri seluruh warga madrasah, serta menjadi inspirasi dalam membentuk generasi yang berkarakter, peduli, dan berdaya saing di masa depan.


