Banyuwangi — Rabu, 21 Januari 2026 Bapak Munawar Effendi, S.Pd., M.Pd.I. Kepala MTsN 1 Banyuwangi menghadiri kegiatan Dialog Kinerja Pelaksanaan Anggaran dan Penandatanganan Perjanjian Kinerja Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi. Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan satuan kerja di lingkungan Kemenag Banyuwangi sebagai bentuk penguatan akuntabilitas dan komitmen kinerja di tahun anggaran mendatang.

Dalam sambutannya, Bapak Dr. H. Chaironi Hidayat, S.Ag., M.M. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyuwangi menegaskan bahwa dalam sebuah manajemen organisasi, controlling dan evaluasi merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Keduanya menjadi kunci agar pelaksanaan program dan penggunaan anggaran dapat berjalan efektif, efisien, serta sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan.
Lebih lanjut disampaikan bahwa terdapat beberapa penyebab pencairan dana belum dapat direalisasikan secara optimal. Kendala tersebut antara lain berasal dari internal, seperti kesiapan pelaksana kegiatan serta kendala teknis pada sistem atau aplikasi yang digunakan. Selain itu, faktor kendala lainnya juga turut memengaruhi kelancaran proses pencairan dana.
Pada kesempatan tersebut juga diulas mengenai kendala penyerapan anggaran tahun 2025 yang belum maksimal. Beberapa faktor yang menjadi penyebab di antaranya adalah adanya blokir anggaran di awal tahun, sehingga pelaksanaan kegiatan belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Selain itu, terdapat kegiatan yang tidak sesuai dengan RPD (Rencana Penarikan Dana) yang telah disusun.
Kendala berikutnya muncul ketika blokir anggaran dibuka, namun disertai dengan penambahan anggaran yang memerlukan penyesuaian ulang terhadap perencanaan kegiatan. Selain itu, petunjuk teknis (juknis) kegiatan yang belum diterbitkan pada awal tahun anggaran juga menjadi salah satu faktor penghambat dalam pelaksanaan kegiatan.
Melalui dialog kinerja ini, Kepala Kemenag Banyuwangi berharap seluruh satuan kerja, termasuk madrasah, dapat meningkatkan perencanaan, memperkuat pengawasan, serta melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar pelaksanaan anggaran dan capaian kinerja tahun 2026 dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan akuntabel.

