Selasa, 18 Maret 2025, DWP UP MTsN 1 Banyuwangi mengikuti “Khataman dan Peringatan Nuzulul Qur’an”
yang dilaksanakan oleh Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia.
Gebyar Ramadhan ini mengusung tema “Perempuan Sehat dan Berdaya dengan Cahaya Al Qur’an”. Acara yang dilaksanakan secara online melalui media zoom diikuti oleh seluruh anggota DWP Kemenag RI se-Indonesia.
Acara ini dibawakan oleh Narasumber Ustadz Muhammad Nur Maulana.
Sebelum dimulai, acara dibuka dengan pembacaan sholawat Asyghil Qulub. Kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Dharma Wanita Persatuan.
Selanjutnya, sambutan dan laporan oleh Ketua DWP Kementerian Agama RI, Hj. Sinarliati Kamaruddin Amin. Beliau menyampaikan laporan program-program kegiatan yang telah diselenggarakan selama Bulan Ramadhan, yaitu
pembagian 4.000 takjil, pembagian 4.000 sembako, dan pembagian 590 amplop untuk yatim piatu.
Tujuan tema yang diusung adalah ingin membantu para perempuan untuk dapat memaknai nilai-nilai Al-Qur’an dan memberi wawasan tentang trik menjadi perempuan yang sehat dan berdaya menurut Al-Qur’an.
Selanjutnya, sambutan dan arahan oleh Ny. Helmi Nasaruddin Umar, selaku Penasehat DWP Kementerian Agama RI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa Bulan Ramadhan adalah bulan Al-Qur’an, dimana 10 hari pertama sebagai Rahmat, 10 hari kedua sebagai Magfiroh, dan 10 hari ketiga sebagai pembebasan dari api neraka.
Beliau juga berpesan bahwasanya, “jika kau mendidik satu laki-laki, maka kau hanya mendidik satu orang. Tetapi, jika kau mendidik satu perempuan, maka kau telah mendidik satu generasi.” Setelah menyampaikan arahannya beliau juga memberikan paket santuanan anak yatim piatu secara simbolik dari LAZISNU dan dilanjutkan dengan foto bersama.
Memasuki acara inti, Ustadz Muhammad Nur Maulana menyampaikan tausiyahnya dengan tema “Perempuan Sehat dan Berdaya dengan Cahaya Al Qur’an”. Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa Perempuan itu berada di 4 sisi, yaitu Anak, Saudara, Istri dan Ibu. Jika perempuan menjadi Anak, maka jadilah anak yang berguna. Jika perempuan menjadi Saudara, maka jadilah saudara yang peduli. Jika perempuan menjadi Istri, maka jadilah istri yang selalu mendampingi suami. Jika perempuan menjadi Ibu, maka jadilah ibu yang selalu memberi kasih sayang.
Beliau juga mengingatkan, jika menjadi seorang ibu tidak boleh meninggalkan anak ketika anak sedang sakit, sedih, berprestasi dan liburan karena di saat itulah anak membutuhkan seorang ibu.
Acara selanjutnya yaitu pembukaan khotmil Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustadzah Hj. Fatimah Syayid Agil Munawar dan dilanjutkan dengan khotmil Al-Qur’an dan do’a khotmil Al-Qur’an yang dipimpin oleh Ustadzah Hj. Samiyah dan Ustadzah Hj. Tutik.